Jokowi Bisakah Ditandingi untuk Kursi RI-1

Rasanya musykil ada kandidat presiden yang bisa mengalahkan Joko Widodo atau  Jokowi. Meski dia belum resmi menyatakan maju sebagai calon presiden, toh popularitasnya terus terkerek. Bahkan, nama seperti Aburizal Bakrie maupun Prabowo pun tak bisa menandingi. Lihatalah peta popularitas para kandidat presiden ini dari berbagai lembagai survei.

popularitas-jokowi

Berdasarkan survei dari sejumlah lembaga, nama Jokowi mengungguli nama unggulan lain, seperti kandidat Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Popularitas Jokowi dari hari ke hari semakin meningkat, bersamaan pula dengan peningkatan popularitas Prabowo dan Aburizal Bakrie.

 

Sejumlah lembaga survei, termasuk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Center for Strategic and International Studies (CSIS), Indonesia Research Centre (IRC), dan Pusat Data Bersatu (PDB), dalam survei sepanjang April hingga Juni 2013, menempatkan Jokowi sebagai calon teratas capres 2014.

 

Di bawah nama Jokowi secara berurutan adalah Prabowo, Aburizal Bakrie, dan Megawati Soekarnoputri. Nama-nama bakal capres lainnya, termasuk Mahfud MD, Wiranto, dan Dahlan Iskan, cenderung berada di bawah 5 persen perolehan preferensi responden.

 

Berkibarnya nama Jokowi dalam kontestasi capres cukup mengejutkan jika publik membandingkan hasil survei hingga dua tahun lalu (2011-2012). Dalam survei Indobarometer, Jaringan Survei Indonesia, Lembaga Survei Indonesia, dan Soegeng Sarjadi Syndicate, nama capres yang difavoritkan publik masih Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, serta Jusuf Kalla. Nyaris belum ada yang menyinggung nama Jokowi.

 

Dengan kata lain, kemunculan nama Jokowi sebagai kandidat terpopuler dalam wacana nasional termasuk ”mendadak” dan ibarat serangan kilat, dalam tempo singkat atau hitungan bulan.

 

Sejumlah pihak menuding, meningkatnya popularitas Jokowi lebih banyak disebabkan kemahiran dalam mengolah publisitas melalui bentuk komunikasi sosial yang tepat. Kemampuan Jokowi ”mengolah dan memasarkan” program- programnya, terutama setelah menjadi Gubernur DKI, membuat kemunculan nama Jokowi perlahan mencapai level popularitas nasional, dan semakin mapan bertengger di puncak.

 

Di saat yang sama, popularitas Prabowo Subianto ”hanya” ditopang oleh iklan-iklan pro-rakyat yang menyodorkan gagasan dan visi nasionalis kerakyatan Partai Gerindra. Sementara itu popularitas Megawati, hampir bisa dipastikan berasal dari basis sosial simpatisan PDI-P dan kaum Soekarnois yang banyak disebut ada di kisaran 15-18 persen jumlah pemilih.

 

Dari hasil sejumlah survei, lapis sosial masyarakat yang mendukung Megawati dan Prabowo juga dinilai relatif berbeda dengan pendukung Jokowi.

 

Kecenderungan berbeda terlihat pada pendukung Jokowi yang relatif tersebar dari segi lapis sosial dan geografis wilayah. Survei kepemimpinan yang diadakan Kompas, Desember 2012 dan Mei 2013, bahkan memotret proporsi dukungan yang lebih besar dari kategori pemilih usia muda dan berdomisili di luar Jawa.

 

2 responses to “Jokowi Bisakah Ditandingi untuk Kursi RI-1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s