Detroit, Kisah Kebangkrutan Sebuah Kota

detroit
Namanya wolak-waliking zaman. Begitu orang-tua dulu menyebutnya. Tak ada yang abadi di dunia ini. Detroit yang dulu terkenal sebagai kota industri yang maju, gemerlap, sehingga banyak pekerja–dan segala tindak kriminalnya–berduyun-duyun datang ke kota itu, bak laron mendatangi lampu. kini bangkrut.

Sebuah koran menulis:

Tingkat pembunuhan mencapai angka tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Karena ketiadaan uang pemerintah kota, hanya sepertiga dari total 78.000 armada ambulans kota beroperasi pada kuartal pertama 2013.Begitu beratnya beban keuangan Detroit sehingga sekitar 40 persen lampu jalan tidak lagi menyala pada malam hari. Kepolisian pun rata-rata membutuhkan waktu 58 menit untuk menangani kejadian darurat, tiga kali lebih lama dari rata-rata waktu nasional.

Kota ini bangkrut, antara lain, karena kegiatan sektor otomotif yang anjlok drastis. Produksi mobil Ford, GM, dan
Chrysler, yang pernah menjadi sumber kejayaan Detroit, sudah anjlok drastis. Padahal, banyak warga kota itu hidup dari aktivitas sektor otomotif ini.

Persaingan industri otomotif dengan Jepang dan Korea Selatan dan kebangkitan industri otomotif China memerosotkan aktivitas kota ini. Kelesuan ekonomi dalam lima tahun terakhir turun menyurutkan permintaan dari warga lokal.

Pemerintahan kota juga dikelola secara buruk. Ditambah lagi para pejabat kota yang korup.

Lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service telah menurunkan kategori surat utang kota Detroit menjadi junk (kertas sampah) sejak Juli 1992.

Wali Kota Dennis Archer (1994-2001) berhasil mengurangi beban utang. Namun, Wali Kota Kwame Kilpatrick (2002-2008) kembali dihadapkan pada defisit anggaran dan mengeluh soal potensi kebangkrutan kota. Wali Kota Dave Bing, memerintah sejak 2009, makin dibebani persoalan utang.

Ada beberapa penyebab kebangkrutan pemkot Detroit ini. Harian The New York Times edisi 19 Juli menyebut penurunan jumlah wajib pajak di Detroit sebagai salah satu penyebab. Selama periode tahun 2000-2010, jumlah penduduk kota anjlok 250.000 jiwa akibat kelesuan industri otomotif yang menjadi pilar utama perekonomian kota.

Jauh sebelum krisis ekonomi menimpa AS tahun 2008, kegiatan industri otomotif AS sudah menurun drastis. Warga kota berpindah ke kota lain untuk mencari sumber penghidupan baru. Situs majalah Forbes, Kamis, menyebutkan, jumlah warga Detroit kini sama dengan jumlah penduduk tahun 1910.

Menurut BBC, Jumat, dari semua pemilik bangunan, hanya 53 persen yang membayar pajak properti pada 2011. Pemilik properti lain tidak membayar pajak, antara lain, karena telah menjadi pengangguran.

Ada puluhan ribu bangunan di Detroit kini kosong melompong ditinggal pemiliknya. Detroit terjatuh dari posisi kota dengan pendapatan per kapita terkaya di AS yang pernah tercatat pada tahun 1960.

Faktor lain yang juga menyebabkan kebangkrutan Detroit adalah praktik korupsi yang dilakukan para pejabat kota. Transparansi keuangan dewan kota dinyatakan buruk. Juru bicara FBI, Simon Shayket, menyatakan, kini sudah dikeluarkan surat penangkapan terhadap beberapa pejabat kota yang diduga terlibat korupsi dana pemkot Detroit.

”Berbagai faktor ini telah menyebabkan pemkot menerima pendapatan yang jauh lebih kecil dari beban pengeluaran,” kata pengelola keadaan darurat Detroit, Keyin Orr.(Reuters/AFP/AP/MON)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s