Android dan Ketoprak Ciragil

Steve Jobs mengguncang dunia dengan cara sederhana. Berdiri di depan ribuan orang di Moscone Center, San Fransisco, dia cuma memakai celana jins, kaus hitam, dan sepatu kets. Ia tersenyum lebar sembari menunjukkan ponsel tanpa tombol, yakni iPhone.

“Selamat tinggal tombol,” begitu kata Jobs.

Gemuruh tepukan tangan pun memenuhi Moscone Center. Gedung itu sibuk berdiri membeku menahan hawa dingin kota itu ketika penjualan iPhone meroket di berbagai belahan bumi, seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Setelah itu semua produsen ponsel berbondong-bondong membikin tiruannya. Bahkan Google, yang notabene tak berbisnis ponsel, pun ikut-ikutan masuk. Ia bersama pengembang lainnya menyulap sistem operasi Linux menjadi Android, sebuah sistem operasi baru untuk ponsel.

Google tahu iPhone memang fenomenal. Dalam tiga bulan terjual lebih dari sejuta unit. Dan sejak dijual pada 29 Juni 2007 hingga kini telah terjual 21,1 juta.

Tapi Google juga tahu pasar ponsel pintar masih terlalu lebar. Kue penjualan iPhone masih terlalu kecil, sekitar 8 persen dari 162 juta ponsel pintar pada 2008. Itu menurut data Informa. Pasar utama masih dikuasai ponsel-ponsel Nokia.

Itulah sebabnya Sergey Brin dan Larry Page, dua pendiri Google, tak keder. Mereka malah mencium kue penjualan yang sedap: pangsa pasar ponsel pintar akan terus meroket. Android, yang kini masuk Indonesia lewat G1 bikinan HTC, punya peluang.

Waktu mungkin akan menjadi segera menjadi milik Android. Dengan dukungan sejumlah programmer berotak usil seperti programmer Google, apa yang tak mungkin? Masih ingat, bagaimana Google datang dan diam-diam menekuk Yahoo! di persaingan iklan Internet? Ya, Google mengandalkan senjata iklan baris melawan iklan banner milik Yahoo!–seperti kisah adu kerbau orang Minang dengan orang Jawa.

Google juga bisa membundel peta petunjuk jalannya yang aduhai itu. Sekarang jalan tikus di Jakarta pun sudah masuk peta Google. Sebentar lagi, mungkin, peta tempat wisata kuliner seperti ketoprak Ciragil di Jalan Ciragil, Jakarta; gudeg Wijilan di Yogyakarta; rawon setan di Surabaya; atau nasi kapau Uni Lis di Bukittinggi akan masuk peta Google dan Android. Betapa menyenangkannya.

Peta seperti itu sudah dibuat Google untuk iPhone di kawasan Amerika Serikat. Kalau Google membundel petunjuk kuliner dan petanya hanya untuk Android, persaingan ponsel pintar bakal seru. Informa, sebuah perusahaan riset, meramalkan Android bisa berjaya setelah 2012. Saat itu kue pasar ponsel pintar akan menjadi treble, atau naik tiga kali lipat, dari 13 persen dari total penjualan ponsel menjadi 38 persen.

Android, yang mulai diproklamasikan pada November 2007, diperkirakan merebut pasar itu. Penjualan ponsel Symbian–yang dimotori Nokia–diperkirakan bakal terus turun. Tahun ini saja kue penjualan ponsel pintar mereka sudah turun drastis dari 65 persen menjadi 52 persen.

Android dan peta ketoprak Ciragil bisa merebut kue itu. Dukungan untuk ini kini terus mengalir. Setelah dipelopori oleh HTC, dukungan dari produsen ponsel seperti Samsung, LG, dan Motorola terus mengalir. Bahkan produsen komputer seperti Acer dan Dell pun ikut-ikutan membuat laptop yang mendukung Android. Para programmer di seluruh dunia juga mendukung proyek open source itu.

Jadi, kurang apa lagi? Kita menunggu Android dengan ketoprak Ciragil.

One response to “Android dan Ketoprak Ciragil

  1. Google adalah pemain besar di bidang TI yang mapan dengan teknologi mutakhir. Semoga hadirnya Google membuat ranah selluler menjadi lebih kaya, tpi ngomong2, kapan yah masuk Indonesia?..he333..
    *Info mobil bekas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s