Bukan Makelar

Dari mana lahirnya sebuah inovasi? Setiap penemu punya jawaban berbeda soal ini. Thomas Alva Edison, contohnya, menggali ide dari hal-hal gila, seperti mengerami telur berjam-jam. Cher Wang punya jalan sendiri. Putri raja plastik Taiwan itu menapaki jalan terjal selama bertahun-tahun sebelum akhirnya perusahaannya, HTC, berkibar menjadi produsen PDA papan atas dunia. Bahkan kini mereka menjadi produsen PDA dengan sistem operasi Android, sistem yang dikembangkan bersama Google dan bakal menjadi penantang iPhone.

Wang ingat saat dia masih tinggal di Prancis pada awal 1980-an. Paris kala itu masih beku, diselimuti pagi. Tapi Wang, putri orang kedua terkaya di Taiwan, sibuk naik-turun tangga menggotong komputer yang akan dijualnya. Dia saat itu bekerja untuk First International Computer. “Saya juga bolak-balik harus membongkar komputer agar tak terlalu berat dibawa dan bisa masuk taksi,” kata perempuan yang kini berusia 50 tahun ini. Kerja keras di pagi buta itu rupanya meletikkan ide di otaknya: “Saya harus menjadi raja komputer.”

Wang bukanlah Paris Hilton. Hidupnya bukan cuma untuk memborong baju dan tas mahal Gucci atau Prada. Saat muda, dia pindah dari jurusan yang penuh senang-senang, yakni musik, ke jurusan yang penuh kerja keras, yaitu bisnis, di University of California, Berkeley.

Wang telah memetakan jalan untuk melahirkan serentetan inovasi. Awalnya dia cuma mendirikan pabrik “tukang jahit” komputer pada 1997, yakni Via. Dia segera menelurkan perusahaan baru khusus membuat komputer genggam atau PDA. HTC adalah sahabat erat Microsoft dalam proyek membuat PDA berbasis Windows. Dulu raja PDA adalah Palm.

Di tangan Wang, HTC menjadi inovator. Wang bukan pengusaha kelas pedagang atau makelar seperti kebanyakan pengusaha di Indonesia. Dia adalah pengusaha yang juga penemu. Pada 1999 dia menjadi produsen pertama yang membikin PDA dengan layar warna. Lalu pada 2002, HTC pula yang pertama membuat PDA phone. Pada tahun yang sama, HTC meluncurkan PDA phone pertama berbasis Windows untuk pasar Eropa. Kenangan akan dinginnya angin pagi Paris saat dia masih bekerja untuk orang lain membuat Wang memulai langkah di wilayah itu.

Sejak itu, orang tercengang-cengang melihat HTC. Merekalah yang ada di balik PDA merek Compaq atau O2. HTC melesat menjadi menjadi produsen PDA berbasis Windows terbesar di dunia.

Rahasianya ada pada ide liar Cher Wang. Sebagai contoh, tiga tahun lalu HTC melahirkan divisi yang disebut Magic Labs. Ini kelompok kecil yang menghargai ide segar. Mereka terdiri atas desainer manufaktur, insinyur, penulis, programmer, bahkan desainer perhiasan. Tugas mereka adalah menguji semua ide gila. Tim ini dipimpin oleh John Wang, yang pada kartu namanya tertulis sebagai “Kepala Jagoan Inovasi”.

“Tugas kami adalah merancang produk untuk gagal,” kata John Wang bercanda. “Butuh 1.000 ide sebelum akhirnya lahir menjadi sebuah produk yang bisa dijual.” Merekalah yang melahirkan teknologi layar sentuh seperti iPhone yang mereka sebut TouchFlo.

Khusus untuk membuat Android, HTC mengirimkan 30 insinyur untuk bekerja di tempat yang mereka sebut Googleplex di Mountain View, California. Itulah yang membuat Android lahir.

Sebuah jalan kesuksesan telah dibentangkan oleh sang inovator, Cher Wang, perempuan perkasa yang kini menjadi orang terkaya kelima di Taiwan

One response to “Bukan Makelar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s