Seratus Soto Terenak

Ada berapa banyaksoto yang Anda kenal? Lima? Sepuluh? Jumlah itu terlalu sedikit. Boleh percaya boleh tidak, kata Gilang, partner siaran Shahnaz  Haque di Indonesia Siesta Delta FM, “Di Indonesia ini ada seratus jenis soto.”

Pernyataan itu mungkin agak hiperbolik, menurut saya. Sama ngawurnya dengan ungkapan ada 1001 malam di Bagdad.  Tapi memang tak bisa disangkal ada banyaksoto di negeri ini. Dan saya punya beberapa daftar soto terenak di berbagai sudut kota. Anda boleh menjajalnya.

Oh ya, perkataan “terenak” itu sebenarnya tak semata-mata lahir karena rasa. Terminologi terenakitu tidak hanya lahir karena soto itu “terbangun” oleh  paduan bahan-bahan yang fresh atau racikan bumbu yang tepat, serta diramu oleh tangan-tangan berhati tulus.  Rasa enakitu juga lahir karena ada kepingan kenangan yang menyertainya.  Karena menurut saya “rasa bukanlah segalanya” — ini antimarketing dari iklan k*nd*m yang sering muncul di teve. “Rasa dan suasana itu baru segalanya.”

Inilah beberapa daftar itu:

1.  Soto Surabaya di kawasan Gubeng Kertajaya, Surabaya.
Inilah epicentrum soto surabaya yang terkenal. Rasanya belumada soto surabaya di kota mana pun yang mengalahkan rasa soto ini. Kuahnya itu lho, dahsyat.  Soto ini tak terlalu bening. Kaldunya kuat. Yang pantang kolesterol & asam urat mohon minggir dulu. Ramuan daging sapi, jerohan, telur dan kadang otak benar-benar memikat. Nasinya dibungkus dengan daun waru dalam ukuran yang kecil-kecil. (di mana sekarang ada yang jualan nasi dengan daun waru? mungkin hanya warung nasi jamblang Mang Dul, Cirebon). Di jamin tambah nasi deh karena lezatnya.

2. Soto Surabaya di jalan Juanda, Jakarta Pasar
Sotonya lumayan nikmat. Walau tak bisa mengalahkan rasa soto Gubeng. Soto ini selalu menyodorkan kenangan yang nikmat.

3. Soto Ambengan Pak Sadi, Wolter Monginsidi, Jakarta
Desain restonya masih sejadul yang dulu. Inilah soto pertama yang saya cicipi saat saya menginjak Jakarta 1988.  Buka puasa Senin-Kamis dengan menu soto yang segar, betapa menyenangkannya

4. Soto Bangkong, Pakubuwono, Jakarta.

Inilah menu wajib saya beberapa waktu lalu saat “mati gaya” karena kehilangan selera makan. Dengan bajaj saya dan sahabat-sahabat baik saya biasa menyerbu mangkok-mangkok soto yang mungil serta asesorisnya seperti sate kerang, sate ayam, tempe bacem. Yang membikin enak soto ini bukan karena namanya: bangkong.  Bangkong dalam bahasa Sunda atau Jawa berarti kodok. Bangkong adalah nama kawasan di Semarang. Kata pendirinya H Soleh Sukarno, yang bikin soto bangkong enak adalah karena “dia disajikan dengan rasa cinta,”  kata tukang soto dia memulai jualan sejak 1950. Saking cintanya kepada soto dia dulu berkeliling kampung sejak pukul 2.30 dini hari.  Bahkan, menurut para pelanggannya soto yang dihidangkan Soleh lebih enak ketimbang yang dihidangkan istrinya. Ya Soleh benar. Ada cinta dalam semangkok soto.

5. Soto Pasar Kawak (Pasar Lama), Madiun
Entah kawasan ini masih ada atau nggak. Ini adalah langganan saya sewaktu kecil, saat diajak Ayah saya kulakan buku untuk toko buku kecil kami. Lokasinya terjepit di keriuhan pasar lama Madiun (mungkin kini sudah tergusur. Sudah berapa puluh tahun saya tak menyambangi tempat itu.  Campuran daging ayam, telur, toge dan kesegaran kuahnya ini tak bisa ditandingi soto-soto Lamongan yang bertebaran di Jakarta. Ayah saya pernah memboyong rombongan dua bus anggota DPRD Jawa Timur untuk blusukan menyerbu soto ini. Awalnya, teman-teman Ayah itu mengomel. “Masak, wakil rakyat diajak masuk pasar yang sumpek, panas, (tapi tidak jorok).” Tapi, setelah memasukkan suapan pertama soto hmmm… komentar itu langsung sirna, berganti dengan senyum puas dan keringat yang mengalir deras.

6. Sroto Banyumas Eling-eling, Casablanca, Jakarta
Inilah soto yang kerap saya nikmati sendirian, sambil melamun. Bagi kebanyakan orang, sroto Banyumas terbilang aneh. “Soto kok dicemplungin sambal kacang yang digiling tak halus, kuran kerjaan saja?” kata teman saya. Saat kuah soto bertemu dengan kriuk-kriuk kacang atau ayam yang digoreng kering, rasa enak soto ini pun meleleh di mulut. Saya mencicipi sroto Banyumas pertama kali di Purbalingga saat dua sahabat saya menikah. Sejak itu kalau ingin gaya soto yang berbeda, saya mampir di sroto Casablanca. Rasanya? tidak luar biasa. Tapi Laksmi Pamuntjak, penulis buku Jakarta Good Food Dining 2008 menobatkannya sebagai soto Banyumas terenak.

7. Coto Makassar, Jalan Ampera, Jakarta
Dulu ini adalah coto Makassar terenak yang pernah saya cicipi. Coto Makassar di Daeng Tata (baik di Casablanca atau Simprug) kalah enak. Coto Daeng Tata bagi orang di luar Makassar terasa seperti mencicipi jamu ringan karena kuahnya dengan bumbu-bumbu yang kuat. Setelah sepuluh tahun saya melupakan coto makassar di Ampera beberapa bulan lalu yang menjajalnya kembali bersama seorang sahabat baik. “Kok rasanya tak seenak yang dulu, ya?” kata teman saya itu.

8. Soto Ceker Gandaria, Jakarta.
Lagi pusing memilih menu yang berbeda? Inilah soto yang menawarkan sesuatu yang unik. Anda bisa menghabiskan malam di soto ceker yang romantis ini. Ceker atau cakar ayamnya empuk dan nikmat. Kuahnya juga segar dan cocok untuk yang sedang kena flu.

9. Soto Betawi tepi raya Jalan Pasar Minggu
Saya tak tahu apakah kios soto ini masih ada. Terletak di emperan ruko di dekat pertigaan Jalan Raya Pasar minggu dengan Jalan Pejaten. Meski teman saya dulu bilang, “Soto kok berkuah santan?” sebagai penggemar soto sejati saya menikmati soto apa pun. Yang menyenangkan, adalah kita bisa meminta tambahan irisan paru goreng. Paru goreng bertemu dengan kuahnya yang sedikit pedas, ditambas jeruk nipis, hmmm sedap. Dulu, sepuluh tahun lalu, saya menikmatinya setelah jualan koran di stasiun Pasar Minggu. Sesorean jualan koran, hasilnya cuma dapat uang senilai semangkok soto. Inilah soto yang saya dapat dengan perjuangan penuh keringat.  Jadi, soto betawi ini tetap lebih enak ketimbang soto betawi terkenal yang ada di jalan Ciputat Raya.

10. Soto Kudus
Banyak yang menawarkan soto kudus, di Plaza Senayan (ini tak terlalu enak) juga di tempat lain, tapi Soto Kudus di Gandaria lumayan. Sebenarnya ada yang lebih enak lagi yakni soto kudus dengan daging kerbau di warung buncit, sayang kiosnya kini telah tutup.

Ya… masih banyak daftar soto lainnya, tauto pekalongan dan soto bikinan asisten rumah saya. Selalu ada kebahagiaan kecil saat bersama soto

13 responses to “Seratus Soto Terenak

  1. hampir tiap hari nih makan soto.
    Soto di samping kantor,
    soto di kantin lipi,
    soto di deket apartemen batavia benhil,
    soto pak no benhil (tapi udah tutup),
    soto bangkong benhil,
    soto ambegan (pesan antar),
    soto gebrak setiabudi (berubah jadi soto kudus),
    soto di tenda PKL sepanjang benhil,
    soto lamongan di belakang gedung BRI sudirman
    soto2 lainnya..

  2. soto yg enak adl yg dibuat dan dijual di “habitat” aslinya.. soto kudus ya enak dinikmati di kudus, soto lamongan paling yahud disantap di sana, soto sokaraja tetap paling mantap disruput di sokaraja.. krn slain rasa, nikmat soto didapat juga dari ciri khas budaya tmp dia ada..

    yg jelas, sepakat klo indonesia adl negerinya seribu ato sejuta soto.. ga heran klo dlm bhs inggrispun nama makanan ini adl: indonesian soup..

  3. soto padang kok g’masuk ya,..
    padahal soto padang g’kalah enaknya dibanding soto2 yg dah di sebutin,..😦

  4. doohh… baru saja makan soto ayam di kantor makan siang tadi.. kok ya nemu tulisan ttg soto pula… waaaa kenyanggggggggg bangett nget nget jadinya

  5. titip mas,

    soto depan penjara salemba pas depan kantor polisi
    (deket tikungan)…. uenak banged!, pesennya minta pake tulangan…..

  6. Pasti kalian belum coba soto buatan aku. Aku beri nama soto orego. Ada dua macam soto orego, yaitu soto ayam orego dan soto daging sapi orego. Mau coba ? Aku bisa kirim resepnya loh….! yakin uenak tenan !

  7. Soto Sekengkel Pak Jon’s juga enak…. ada menunya soto terpedo, soto granat dan soto neko neko…. minumannya Es Jerman, Es Teman dan Es Tehnolegi….. Murah, Enak, Seger…. Langsung kemringet…..

  8. Wuidih… pas banget! lagi pingin nyruput soto, hunting lokasi via internet, nemu tulisan ini!! muakasi banget untuk infornya…
    Sebenernya sih nyari Soto Bangkong,dulu ada di Casablanca Tebet, tapi pindah, ada yang punya info lokasi barunya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s