Ketika Kecepatan bukan Segalanya (a.ka. Masih Perlukah Blackberry)

Sudah dua posting terakhir di blog ini kutulis dengan Blackberry 8820. Ini adalah produk panas yang sedang ditawarkan XL. Saat pertama kali menerima Blackberry 8820 dari XL untuk diujicoba saya bertanya-tanya, “Seberapa penting Blackberry?” Toh untuk orang yang mencandu gadget seperti saya, sudah ada PDA O2 Atom Life yang menyertai ke mana saya pergi, dilengkapi akses 3,5 G pula. Apa hebatnya Blackberry yang teknolog koneksinya “cuma” EDGE atau 2,5G (generasi GSM ke 2,5) .

Di kepala saya juga masih terekam memori lama. Saat itu di awal tahun 2004. Saya menjajal Blackberry seri 77xx yang ditawarkan Indosat. Gadget yang menurut saya bentuknya–maaf–seperti kalkulator tukang sayur. Besar, tebal, dan masih dilengkapi menu scrolling yang menggunakan alat seperti pengatur volume radio mini. Akses internetnya juga tak hebat. Kalah dengan Nokia 6600-ku–duh I missed her (kenapa ya pesawat atau gadget sering diibaratkan perempuan). Blackberry kala itu hanya menang di teknologi kirim email dorong alias push mail.

Tapi, lima menit mencoba BB 8820 luruh semua anggapan buruk itu itu. Benar kata mas Henry dari XL yang meminjami Blackberry. Kecepatan bukanlah segalanya. Yang bikin saya kagum adalah akses internetnya yang nyambung terus nyaris tanpa putus. 24 jam nonstop. Kecepatannya memang tak secepat akses 3G atau 3,5G tapi stabil. Dalam sehari mungkin putus 2-3 kali. Setelah itu nyambungterus.com.

Kelebihan inilah yang melengkapi teknologi pushmail BlackBerry. PDA pun bisa pushmail dengan memasang software seperti Emoze bikinan Israel. Tapi siapa yang menjamin internetnya tanpa putus? Apalagi saat dipakai ngebut di tol dengan berganti-ganti menara BTS?

Aku memakai BB dari mulai bangun tidur, chatting wawancara via Yahoo! Messenger dengan narasumber saat aku masih hanya memakai kaos oblong dan sarung kesayanganku di sofa ruang tamuku, di kamar. Benar-benar nikmat hidup dengan internet tanpa putus. Dan ssttt… untung saja narasumber yang kuwawancarai tak tahu bahwa aku melakukan wawancara itu bahkan juga dari kamar mandi🙂, di jalan tol dalam kota, jalan tol lingkar luar.

Sedap kan?

One response to “Ketika Kecepatan bukan Segalanya (a.ka. Masih Perlukah Blackberry)

  1. Oo.. sampe segitunya ya Pak, stabitasnya handset bukan hanya jaringan.
    Tak kira BB itu cuma mengandalkan Pushmail aja.. kalo servis itu kan pake yg lain jg bisa.

    ternyata “ono rego ono rupo”, ada harga ada kualitas🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s