Mengobati Kecewa ala Carrefour

Berapa ongkos yang dibayar perusahaan untuk mengobati keluhan pelanggan? Perusahaan yang serius mengelola pasarnya pasti berani mengeluarkan anggaran cukup besar. Simaklah bagaimana Carrefour mengobati kekecewaan pelangganya.

Sore itu aku mengantar anakku ke Carrefour Buaran Plaza yang cuma sepelemparan batu dari rumahku–benar-benar sepelemparan batu. Membeli benda-benda kesukaannya seperti ayam pok-pok dan juice markisa-nanas kesukaannya. Mestinya, it’s gonna be perfect afternoon.

Tiba-tiba kami melintas ke jajaran sebuah sepeda sport untuk anak. Aha, aku ingat ulang tahun anakku tinggal beberapa hari dan ia meminta sepeda untuk hadiah ulang tahun dan selebrasi atas khatamnya belajar buku Iqra’.

Sejujurnya Carrefour bukan tempat yang asyik untuk membeli sepeda. Aku lebih suka berburu sepeda di Pasar Rumput. Meski harus dengan peluh berleleran, harus pintar menawar seperti orang Padang, tapi di sana banyak pilihan yang menarik, dan tentu murah.

Namun, mataku tertambat pada sebuah sepeda keren dari Wim Cycle. Kuning warnanya. Stirnya juga bisa diputar 360 derajat tanpa kesrimpet tali rem. Cocok untuk anak lelaki yang haus tantangan seperti kurcaciku. Dan harganya uff begitu menggoda. Rp 799 ribu dicoret menjadi Rp 479 ribu. Diskon 40 persen!

“Di Pasar Rumput pun aku tak mungkin dapat penawaran sebaik ini,” pikirku. Alhasil, langsunglah kudatangi kasir.

Kejutan datang. Di mesin kasir diskon 40 persen itu tak nongol. Setelah berargumen, sang kasir berkata diskonnya bisa diambil di bagian layanan konsumen.

Aku pun meluncur ke bagian itu. Dan langit seperti runtuh saat petugas layanan konsumen mengatakan kasir salah besar. Tak ada diskon untuk sepeda itu karena sepeda itu masuk dalam promo brosur. Ia menyalahkan siapa saja yang bisa dijadikan kambing hitam. “Petugas pemasang label salah pasang harga. Salesmannya juga salah menuliskan kuitansi.”

Aku mengambil napas dalam. “Carrefour telah menipu.” pikirku.

Aku lantas teringat peraturan internal Carrefour. Jika salah pasang label dan harga berbeda dengan di kasir, konsumen berhak mendapatkan dua barang yang dibeli dengan satu harga. Itulah kompensasi untuk mengobati konsumen yang kutahu dari sahabatku yang berdebat satu jam demi sebungkus kacang yang harganya kurang dari Rp 2.000. Dia akhirnya dapat kacang itu dua bungkus–setelah berjuang adu argumen selama satu jam. Cara itulah yang akan kutempuh bila aku gagal memperoleh diskon yang memang menjadi hakku.

Aku berkukuh. Petugas Carrefour dari mulai salesman hingga manajer silih berganti meyakinku bahwa itu salah harga dan mereka meminta maaf. Aku meminta bertemu dengan manajer toko. Tapi mereka tak mengizinkan. Senjataku adalah kata-kata halus.

“Bapak, saya itu tak meminta yang aneh-aneh. Di label jelas-jelas tertulis diskon 40 persen. Saya membelinya. Bila itu salah harga, maka Carrefour bisa dibilang menipu konsumennya,” kata saya sembari menahan amarah. “Jika Bapak tak memberikan diskon. Maka saya aka menuntut hal yang lebih, yakni berikan dua sepeda untuk saya dan saya akan ikhlas membayar harga itu. Bukankah begitu ketentuan Carrefour, salah pasang harga konsumen berhak dapat dua barang?”

Mereka terdiam. Setelah argumenku itu nyaris satu jam aku menunggu mereka mengambil keputusan, saling menyalahkan.

Dan, alhamdulillah akhirnya aku mendapatkan hakku, sepeda mungil dengan diskon. Sebenarnya aku berhak mendapatkan voucher belanja Rp 100 ribu seperti ditulis di brosur. Tapi aku tak minta. Aku juga bisa menuntut dua sepeda. Itu juga tak kulakukan.

Aku kasihan pada petugas yang salah pasang harga. Gaji sebulannya pasti habis dipotong untuk menutup kerugian. Sudahlah, aku cuma menuntut hakku dan tak ingin ditipu.

Itulah harga yang dibayar untuk mengobati kekecewaan konsumen.

4 responses to “Mengobati Kecewa ala Carrefour

  1. “…peraturan internal Carrefour. Jika salah pasang label dan harga berbeda dengan di kasir, konsumen berhak mendapatkan dua barang yang dibeli dengan satu harga.” Masa sih? Lihat peraturannya dimana?

  2. Pingback: [plan]-B » Blog Archive » Diakali Carrefour atau Mengakali Carrefour·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s