Pohon Randu Andrea Hirata

Di lapangan Sempur, Bogor, di pokok pohon randu raksasa, di sanalah Andrea Hirata, penulis buku best sellert Laskar Pelangi,  pernah melamun, meratapi nasibnya yang kala itu cuma jadi tukang sortir surat di kantor pos Bogor–dan harus bangun pagi-pagi merangkak ke kantor pos saat yang lain menikmati setangkup roti. Saking frustasinya ia malah membuang disket berisi naskah buku tentang badminton dan pergaulan yang ditulisnya bertahun-tahun.

Pokok pohon randu yang masih menjulang hingga kini. Pada 1988–20 tahun silam–saban hari aku berjalan menuju kampusku di Baranangsiang IPB dan selalu melewati randu yang beku itu. Dia selalu diam. Meneduhi orang-orang frustasi, para penjual gorengan yang kelelahan atau para penulis putus asa seperti Andrea.

Setiap kali menatapnya, selalu saja terpancar keindahan. Tak pernah terbayangkan di kampungku ada pohon randu dengan batang sebesar itu — mungkin butuh dua orang untuk mengukur lingkarnya dengan tangan. Setiap kali lewat pohon itu, dengan berjalan terengah-engah, menyusuri tangga menuju jembatan Sempur, selalu terucap dalam hati, kelak aku harus berhasil. Menjadi orang sekokoh pohon itu, sekeras jalanan aspal yang kulalui menuju kampus.

Dan Gusti Allah mboten sare. Harapanku kini terkabul. 15 tahun hidup sebagai penulis–walau tak setenar Andrea. Setidaknya ada gadis-gadis “mengejarku”. Halah. 

5 responses to “Pohon Randu Andrea Hirata

  1. haha..aku jadi rindu kakekku…eyang Soepardi yang tinggal di Sempur Kidul No. 25, mas zaim juga pernah main kesana sama bambang. ternyata dulu mas zaim pas kuliah sering main ke rumah eyangku…

    wah, randu di lapangan sempur….:)

  2. banyak yang ngejar ya…?
    bagus donk…!

    oya ak punya keinginan nulis , tapi selalu terhenti pada awal dan pengembangan kata. semua cerita yang tercetak dalam otaku sepertinya mandek total ketika aku ingin improvisasi.

    bisa bantu aku…?
    please
    thank before

  3. banyak petunjuk menuju roma … eh menulis kok. kalau sempat berburu buku coba saja cari buku “Seandainya saya wartawan tempo”

    bisa juga bergabung dengan milis Forum Lingkar Pena biar ngetop seperti mbak Helvi Tiana Rosa, Asma Nadia atau Habiburrahman el Shirazi penulis ayat-ayat cinta.

    Atau google saja dengan masukkan kata kunci belajar menulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s