Penulis yang Tekun

Katsura Okiyama, cellphone_novelTampangnya seperti ibu-ibu muda biasa. Katsura Okiyama, 20 tahun, bukan perempuan genit. Hidupnya benar-benar diabdikan untuk anak dan pasangan jiwanya. Saban hari dia menghabiskan waktu dengan bermain bersama bayinya, menonton Disney, dan bercakap-cakap dengan teman-teman gengnya.

Satu-satunya pembeda dengan ibu-ibu muda asal Jepang lainnya adalah dia penulis yang tekun. Dan dia tak menulis di secarik kertas seperti J.K. Rowling menulis Harry Potter, atau di komputer seperti John Grisham. Ia menulis di telepon selulernya! Lewat ponsel 3G merek Sharp, ia telah menulis sebuah novel. Luar biasa.

Novel ponsel–dalam bahasa Jepang disebut keita shosetsu–pertamanya ditulis dengan kecepatan mengalahkan Barbara Cartland menulis buku. “Saya pikir saya menulis 20 halaman dalam dua jam per hari. Itu saya lakukan selama sebulan,” kata Okiyama, yang rata-rata menulis 100 pesan pendek (SMS) untuk novelnya itu. “Saya menulis hanya saat bayi saya sedang bobok.” Benar-benar ibu yang baik, bukan?

Di Indonesia, ibu-ibu dari mana yang mau menulis 100 SMS per hari berisi cerita yang penuh inspirasi? Bayangkan bila ada ribuan orang Indonesia seperti Okiyama, betapa menakjubkannya. Tentu akan lahir banyak novel penuh inspirasi, seperti Laskar Pelangi karya Andrea Hirata atau Ayat-ayat Cinta milik Habiburrahman el-Shirazy.

Sayang, ibu-ibu–juga bapak-bapak–Indonesia lebih suka duduk manis di depan pesawat televisi. Alih-alih mengasuh anak, mereka lebih asyik menonton gosip artis atau opera sabun Dulce Maria. Duh.

Aku menceritakan kisah inspiratif Okiyama ini kepada seorang kawan. Apa katanya?

“Orang gila mana yang menulis artikel dengan menggunakan sandek (SMS) seperti itu?” katanya.

Saya bisa mengerti keheranannya atas cerita itu. Bayangkan, menulis 100 SMS itu sama artinya dengan menulis 16 ribu huruf–100 SMS x 160 huruf. Itu sama artinya dengan empat halaman majalah Tempo. Itu dilakukan tiap hari selama sebulan. Prestasi itu jauh dengan apa yang pernah terjadi di Tempo: pernah ada seorang editor yang menulis satu halaman lewat SMS.

Di Jepang, orang seperti Okiyama, penulis novel yang tekun dengan memanfaatkan ponselnya, jumlahnya cukup banyak. “Orang muda Jepang lebih sering mengakses Internet lewat ponsel ketimbang lewat komputer atau laptop,” kata Misa Matsuda, profesor sosiologi dan literatur di Tokyo Chuo University, seperti dikutip Time.

“Ponsel menemani orang ke mana saja, bahkan ke tempat yang paling pribadi seperti toilet sekalipun.” Dengan ponsel, orang bisa mengakses surat elektronik, main game Naruto, atau berselancar ke situs ramalan bintang. Merekalah para penulis tekun itu, para pesaing Djenar Maesa Ayu, Emha Ainun Nadjib, Andrea Hirata, atau John Grisham.

One response to “Penulis yang Tekun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s