Pasta Pengusir Sepi

Apa yang bisa dilakukan untuk melumerkan sebuah rasa mandeg dan bosan hidup? Walaupun karier sedang melenting, ada saja rasa tak puas. Ada seribu mimpi yang belum terwujud, seperti mewujudkan bisnis ala The Long Tail karya Chris Andersen atau membuka warung penuh sambal.Sebenarnya ingin menyeduh earl grey tea sebagai obat penawar stuck in a moment seperti sekarang ini. Rumah sepi. TV sungguh tak menarik. Sayang aku tak punya sebuah pun di rumah. Aku sebenarnya punya penggantinya, yakni minuman pelepas stres yang sudah dikenal sejak beratus-ratus tahun silam. Dia adalah secangkir cokelat hangat. Tapi Sabtu sore ini terlalu panas untuk menikmati secangkir cokelat hangat.

“Sudahlah, aku akan menikmati hidup seperti ini,” kataku menghibur diri . “Tak ada salahnya menjajal menu pengusir stres ala para motivator negeri ini.” Para motivator itu sepertinya orang-orang yang tak pernah sedih.

Aku teringat salah satu jamu pengusir sedih karya seorang motivator. Jamu itu adalah aneka “F” Tak ada salahnya aku menjajal salah satu amunisi “F”, yakni fokus. Usir stres itu dengan mengalihkan fokus pikiran.

“Kita sedih, stres itu karena kita terlalu fokus pada sesuatu. Mengapa seorang yang capek berjam-jam rapat tiba-tiba menjadi segar saat ada tawaran dari seorang soulmatenya, ‘Yuk pulang bareng?’. Itu karena dia mengalihkan fokus dari capek ke sesuatu yang baru sehingga terasa menyenangkan.”

pastaBisakah aku mengalihkan fokusku yang sedang sedih? Tiba-tiba meletiklah sebuah ide: mengapa tak memasak pasta saja? Aku punya bahannya yang kubeli sendiri di Sogo, Senayan sepekan ini. Ada juga jamur dan smoked beef yang kubeli siang tadi setelah mengantar dua kurcaciku datang ke khitanan temannya dan kami bertiga memborong banyak hal menyenangkan di Giant dekat rumahku (hey rumahku sekarang dikepung dua Giant. Dan Carrefour juga bakal berdiri cuma 100 meter dari kompleksku.)

Di rumah nan sepi urusan iris-iris, masukkan susu, air, mentega, pasta pun bergulir. Delapan menit kemudian terhidanglah sebuah pasta yang dijamin tak kalah dengan bikinan Izzi Pizza. Gadis kecilku membantu mengiris jamur dan daging asap. Dia pula yang menjadi kelinci percobaan pencicip enak-tidaknya pasta bikinanku….. “Enaak enak…” katanya sambil menyuapkan sesendok pasta. “Aku maem ini saja ya? Nggak usah maem rawon ya?”

Duh senangnya. Aku juga mencicipinya. Lumayan. Ingin aku makan banyak. Tapi ingat pasta dan mie adalah makanan pemicu diabetes tinggi. Jadi cuma dua suap deh…

Ah yang penting… bisa melepas sepi walau cuma sedikit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s