Rp 1,5 miliar untuk penulis rendah hati

Buku Ayat ayat CintaTiga tahun lalu lelaki itu datang ke rumahku. Tubuhnya kurus kering. Jenggotnya memanjang. Memakai baju berlengan panjang yang tak rapi dan tentu bukan dari merek terkenal seperti Nail, Esprit atau Hugo Boss. Penampilannya .. yah seperti santri kebanyakan. Ia menumpang sebuah mobil pick up temanku. Namanya Habiburrahman el Shirazy.

“Saya mau menerbitkan buku mas, ” katanya setelah memperkenalkan diri kepadaku. Duduk di ruang tamuku yang asri sambil menikmati angin siang yang menerobos dedaunan pohon mangga dan jambu di depan rumahku, kami bercakap-cakap lama berempat, dengan dua teman lainnya.

“Wah, keren buku apa?” tanyaku sekenanya.

“Novel Islami. Judulnya Ayat-Ayat Cinta.”

“Lho, belum menikah kok berani-beraninya membikin novel cinta. Mana ada yang mau baca?” tanyaku mencandainya. Aku yang sudah 10 tahun malang melintang di dunia tulis menulis saja tak bisa menghasilkan buku. “Apa buku ini bisa laku?” tanyaku dalam hati. Aku tak tega menanyakannya pada Habiburrahman.

Habiburrahman yang waktu itu kukenal sepulang kuliah dari Kairo dan mendirikan pesantren wirausaha di Semarang cuma tertawa. Temannya Endit, yang membawa penulis itu ke rumahku juga senyum-senyum.

Empat tahun berselang. Habiburrahman ternyata meroket. Bukunya laris manis. Dan aku terkejut saat membaca sebuah berita yang menghebohkan. Dia mendapatkan royalti Rp 1,5 miliar dari Penerbit Republika. Rrruarr biasa. Beritanya ada di sini

Ternyata, sebuah keberhasilan seperti yang dialami Habiburrahman–juga J.K. Rowling penulis Harry Potter– bisa bermula dari nothing. Tak dikenal, plot cerita yang biasa, dan promosi yang biasa-biasa. Bahkan, kini film dari novel itu juga sudah akan diputar. film itu dibikin oleh MD Entertainment dan dibintangi Rianty Catwright serta Sazkkia Mecca.

Kapan kita bisa memulai langkah seperti Habiburrahman itu? Selama 14 tahun ada di dunia tulis menulis kok aku tak bisa memulai langkah kecil–sekecil apa pun itu–untuk menulis buku ya?

6 responses to “Rp 1,5 miliar untuk penulis rendah hati

  1. habiburrahamn memang contoh kesederhanaan dan keteguhan hati. jadi inget khotib di kampungkun dulu waktu kecil, tapi memang benar begitu adanya: barangsiapa mengejar agama, maka ia akan mendapatkan agama dan dunia. sebaliknya yang jungkir balik mengejar dunia maka ia cuma dapat kenikmatan dunia. halah dalah aku mengejar apa ya?

  2. alhamdulillah sudah beberapa buku yang lahir dari jemari saya… memang tidak sengetop andrea… dan lagi pula tak semua buku memasang nama saya…. yang terpenting adalah bagaimana ide itu mengalir… dan mudah-mudahan berguna bagi yang membaca….

  3. Setiap langkah yang dilakukan orang lain yang kita rasa kecil,itu adalah tindakan besar yang dilakukannya dengan rencana matang.Jadi kita seolah kaget saat hasilnya sudah terbukti dan kita sadar jika pengetahuan orang lain lebih hebat dari kita yang meras tahu dari orang lain.Semua bisa kita ambil arti dari kesuksesan orang lain,bukan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s