Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2008

Internet di Sudut Angkot

Gerimis mempercepat kelam. Tapi sopir-sopir angkutan kota di depan Mal Ambasador cuek saja. Petang itu mereka memarkir angkot butut mereka dan berlomba menjemput para penumpang yang pulang kerja atau belanja.
Sudah bermenit-menit angkot itu ngetem. Beberapa penumpang mulai gelisah. Ada juga yang mengumpat, walau lirih. Tapi bukan itu yang memikat perhatian saya petang itu. Di antara [...]

Read Full Post »

Pembunuh Album Hit

Dunia indah Dipanjali Singh adalah ketika ia bisa mendengarkan musik dari telepon selulernya sepanjang hari. Gadis 17 tahun itu sudah lama tersihir budaya pop. Ia sudah tiga tahun dan sudah lima kali berganti ponsel. Ponsel terakhirnya bukanlah gadget pasaran, Motorola Ming, seharga Rp 3,6 juta.
Dipanjali adalah gadis yang haus akan musik pop. Dia sudah lama [...]

Read Full Post »

Sudah lama saya mengagumi Taufiq Ismail dan Chrisye. Dua pasangan yang dahsyat di sepotong lagu. Mendengar Chrisye menyanyikan lagu-lagu spiritual sering membuat saya termangu. Karena kekaguman itu pula saya memasang shalawat Thola’al Badru yang dilantunkan Chrisye sebagai nada sambung atau ring back tone.
Tapi, kali ini saya semakin termangu-mangu saat membaca tulisan Taufiq Ismail–orang yang [...]

Read Full Post »

Pasta Pengusir Sepi

Apa yang bisa dilakukan untuk melumerkan sebuah rasa mandeg dan bosan hidup? Walaupun karier sedang melenting, ada saja rasa tak puas. Ada seribu mimpi yang belum terwujud, seperti mewujudkan bisnis ala The Long Tail karya Chris Andersen atau membuka warung penuh sambal.Sebenarnya ingin menyeduh earl grey tea sebagai obat penawar stuck in a moment [...]

Read Full Post »

Hari Jumat ini para pecinta gunung berduka. Penakluk Everest Edmund Hillary telah tiada. Dia mengembuskan napas di usia 86 setelah mimpi-mimpinya tercapai.
Teman Hillary, Jim Wilson mengatakan, “Kita semua memiliki mimpi, tetapi mimpi Ed adalah mimpi yang luar biasa dan dia mampu melakukannya.”
Di awal langkah 2008 ini saya teringat cerita seorang pendaki asal Singapura. Dia punya [...]

Read Full Post »

Evolusi Ponsel Belum Mati

Sepuluh tahun lalu orang tak pernah memimpikan telepon seluler menjadi benda yang amat “meracuni” seperti sekarang ini. Semua orang tergila-gila pada benda itu. Orang-orang kantoran berlomba membeli ponsel seharga sepeda motor. Anak-anak jalanan di Jatinegara, misalnya, mengamen demi membeli pulsa.
Akhir 1990-an, ketika ponsel GSM tiba ke negeri ini, siapa yang membayangkan ponsel–kala itu masih seukuran [...]

Read Full Post »