July 19, 2008 by rumahide
“Karya hebat akan menemukan jalannya di masa apa pun ia ditemukan. Di dalam hati, di tengah jalan, di persimpangan jalan, di mana saja.”
Truman Capote, penulis In Cold Blood & Breakfeast at Tiffany’s
Posted in in-spiring words | Tagged Breakfast at Tiffany's, In Cold Blood, Truman Capote | No Comments »
July 17, 2008 by rumahide
Ada berapa banyaksoto yang Anda kenal? Lima? Sepuluh? Jumlah itu terlalu sedikit. Boleh percaya boleh tidak, kata Gilang, partner siaran Shahnaz Haque di Indonesia Siesta Delta FM, “Di Indonesia ini ada seratus jenis soto.”
Pernyataan itu mungkin agak hiperbolik, menurut saya. Sama ngawurnya dengan ungkapan ada 1001 malam di Bagdad. Tapi memang tak bisa disangkal ada banyaksoto di negeri ini. Dan saya punya beberapa daftar soto terenak di berbagai sudut kota. Anda boleh menjajalnya.
Oh ya, perkataan “terenak” itu sebenarnya tak semata-mata lahir karena rasa. Terminologi terenakitu tidak hanya lahir karena soto itu “terbangun” oleh paduan bahan-bahan yang fresh atau racikan bumbu yang tepat, serta diramu oleh tangan-tangan berhati tulus. Rasa enakitu juga lahir karena ada kepingan kenangan yang menyertainya. Karena menurut saya “rasa bukanlah segalanya” — ini antimarketing dari iklan k*nd*m yang sering muncul di teve. “Rasa dan suasana itu baru segalanya.”
Inilah beberapa daftar itu:
Continue Reading »
Posted in in jalan-jalan | Tagged coto, eling eling, soto, soto ambengan, soto betawi, soto gubeng, soto padang, sroto, sroto banyumas | No Comments »
July 10, 2008 by rumahide
“Halo?” tanya Untung Udji, jaksa di Kejaksaan Agung.
“Halo, Mas, ini Ayin, Mas.” Suara Artalyta Suryani terdengar panik.
“Oh, ada apa, Dik?”
“Urip, Mas. Saya pakai nomor lain sekarang. Urip, Mas, tertangkap KPK.”
“Hah?”
***
Seberapa cepat sebuah kejahatan terbongkar? Kalau pertanyaan itu ditanyakan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menangkap penelepon yang ada di awal tulisan ini, jawabannya: “Bisa berbulan-bulan.” Tapi, kalau pertanyaan itu diajukan kepada Skyper, salah seorang anggota kelompok peretas komputer Jerman, The Hacker’s Choice, jawabannya mungkin bisa singkat: dalam hitungan detik.
Ya, dalam hitungan detik, lelaki ini memang bisa membongkar sistem keamanan telepon seluler GSM lalu menyadapnya. Berikan nomor ponsel anggota DPR atau jaksa nakal seperti percakapan di atas. Hanya dalam beberapa kedipan, Skyper bisa ikut menguping pembicaraan atau melihat isi pesan singkat anggota DPR tersebut.
Continue Reading »
Posted in in digital | Tagged Al Amin Nasution, Artalytha Suryani, hacker, hacking, hacking GSM, KPK, menyadap, penyadapan, peretas, Skyper | 6 Comments »
27 Juni 2008 lalu Bill Gates, pendiri Microsoft resmi mundur dari Microsoft Corp. Â Waktu telah berputar begitu cepat. Lihatlah foto-foto berikut, saat Gates masih memakai kacamata tebal, berkerah motifbunga-bunga dan ditangkap polisi. Inilah kepingan sejarah orang terkaya sejagat 1995-2007 itu.

Bill Gates ditangkap polisi New Mexico karena ngebut tanpa SIM

Gates sedang melihat sahabatnya yang juga pendiri microsoft, Paul Allen, sedang mengetik dengan teletype di Lake Side School, Seattle, 1968. Gates saat itu berusia 13 tahun

PARTNER. Gates and dan Allen di kantor Microsoft pada 1982. Kantor itu dibuka di New Mexico, namun kemudian pindah ke Bellevue, Washington pada Januari 1979.

Slacker?
Komputer yang dipakai Gates untuk belajar adalah komputer hasil patungan ibu-ibu orang tua murid tempat Gates berskolah.
The Staff
Tim awal Microsoft rehat sebentar untuk berpotret bersama pada 1978. Gates ada di pojok kiri bawah
Posted in 1 | Tagged bill gates, Lake Side School, Microsoft, Paul Allen, Seattle | 4 Comments »
Siapa pemenang sejati Euro 2008 ini? Spanyol, yang menyodorkan permainan tik-tak dengan satu sentuhan? Bukan. Mereka bukan pemenang sejati, meski di laga final Spanyol membobol 1-0 gawang Jerman
Orang tahu, siapa pun jawaranya, satu atau dua bulan setelah Euro 2008 berakhir, para penggila bola akan segera melupakan mereka. Para penggemar bola itu akan kembali larut dalam liga reguler, seperti Liga Primer Inggris, Lega de Calcio Italia, atau La Liga Spanyol, yang ingar-bingarnya memukau sepanjang tahun.
Bagaimanapun, Jerman dan Spanyol bukanlah merek yang kuat. Mereka tetap saja “pemain pinggiran” dan tak bisa menggeser merek Manchester United, Real Madrid, Chelsea, atau sederetan klub kaya lainnya dari posisi top of mind para pencinta bola dunia. Continue Reading »
Posted in in digital, in marketing | Tagged euro 2008, manchester united, david beckham, Chelsea, Real Madrid, Malcolm Glaze | No Comments »
June 28, 2008 by rumahide
Apa yang ada di pikiran Marco van Basten? Saat itu Belanda sedang menuju titik kritis. Meski tim asuhan Basten itu unggul 1-0 di babak pertama atas Prancis, bek Belanda, Joris Mathijsen, dan kawan-kawan harus jatuh-bangun dibombardir Franck Ribery, Thierry Henry, dan Sidney Govou.
Tiba-tiba Van Basten seperti mendapat ide cemerlang. Dia tak memasukkan pemain bertahan. Dia justru menarik Van der Vaart dan menyuntikkan Arjen Robben. Apa yang membuat Basten yakin Robben bakal membalikkan irama pertandingan? Intuisi pelatih?
Bukan semata-mata itu. Jawabannya adalah statistik. Basten tahu Robben seperti mustang, kecepatan lari dan staminanya menakjubkan. Dia adalah pemain tercepat di tim Oranye. Pada Euro 2008, Robben mampu berlari 30,89 kilometer per jam atau dalam sedetik ia berlari sejauh 8,52 meter. Angka itu hanya bertaut sedikit dengan rekor pelari tercepat Asia Tenggara, Suryo Wibowo, yang berlari sejauh 9,72 meter dalam satu detik. Itulah yang dimanfaatkan untuk melahirkan blitzkrieg, serangan kilat.
Continue Reading »
Posted in in life | Tagged euro 2008, Piala Eropa, statistik, statistic, Marco van Basten, Arsene Wenger, Larry Gonick, Kartun Statistik | No Comments »
June 25, 2008 by rumahide

Hari itu adalah kepingan hari terberat dalam hidup Mark Zuckerberg. Hatinya hancur lebur serupa debu. Seorang gadis baru saja menampik cintanya. Dia duduk sendirian meratapi malamnya yang malang dengan menatap langit-langit kamar asramanya di Harvard University.
Zuckerberg, ya cewek mana yang mau meliriknya saat itu, saat dia duduk di tingkat dua di Harvard. Tampangnya, kalau anak sekarang bilang, “pas bandrol”. Rambutnya ikal, kecoklatan. Tapi jangan bandingkan dia dengan John Mayer, penyanyi berambut ikal yang meraih Grammy Award dan kini menjadi kekasih Jennifer Aniston. Mereka amat jauh berbeda, seperti bumi dan Pluto.
Zuckerberg seperti jagoan komputer lainnya, tak punya banyak teman. Di Harvard ia mencoba membetulkan kepribadiannya yang soliter itu dengan masuk jurusan psikologi, bukan komputer. Toh, ilmu kuliah tak menolongnya, setidaknya dalam urusan meraih simpati cewek.
Continue Reading »
Posted in in digital, in marketing | Tagged facebook, friendster, myspace, social network, bill gates, forbes | 3 Comments »
June 12, 2008 by rumahide
Tak sia-sia tim Kompas meluncurkan Kompas.com Reborn. Megaportal yang konon menganggarkan dana hingga Rp 10 miliar untuk mempermak wajah barunya ini kini sudah mulai menyalip Detik.com. Setidaknya dalam soal jumlah halaman yang dibaca atau page views menurut Alexa.
Data Alexa, ini memang data awal, yang menurut  menurut orang Yahoo!, “tak sepenuhnya benar.” YKarena Detik.com terbagi dalam kanal-kanal dengan nama sendiri-sendiri seperti Detiksport.com, Detikhot.com dll. Jadi jumlah page viewsnya terbagi-bagi. Tak seperti Kompas.com yang menyatu.
Dalam soal jumlah pengunjung, Detik.com tetaplah nomor satu. Data Alexa yang semu pun menunjukkan begitu. Apalagi data valid yang dihimpun Google Analytic.
Persaingan masih akan bertambah panas. Apalagi, menjelang Pemilu 2009 ini banyak para politisi yang melahirkan portal baru, seperti Abu Rizal Bakrie dengan Kanal One nya atau Jusuf Kalla dengan Inilah.com.

Posted in in digital, in marketing | Tagged detik.com, kompas.com, new wave marketing, tempointeraktif.com | No Comments »
Di saat ini semua orang tiba-tiba saja menjadi pakar. Tak peduli di stasiun teve, di koran, gardu parkir, mal hingga kantor-kantor. Semua menjadi Mendadak Euro. Semua–sopir metromini, teman, tetangga, tukang sampah–tiba-tiba fasih membicarakan aksi para pemain. Soal Cristiano Ronadol-lah, yang belum semoncer di Manchester United karena konon keberatan gel di rambutnya, soal Michael Ballack yang lari bak bapak-bapak. Bahkan, para pengritik itu juga menyinggungpara pemain yang biasanya tak banyak dilirik seperti Alexander Frei dari Swiss atau Eduardo, Crozilian yang absen dalam pertandingan Austria vs Croatia.
Ada yang bicara asal jeplak. Ada yang memakai background matematika, “Bola plus matematika adalah bolamatika,” begitu kata seorang sohib saya di pabrik
Itu semua sah-sah saja. Inilah demokrasi bola. Saya sendiri agar punya bahan obrolan yang lebih tajam dan terpercaya selalu menyantap Sarapan Euro sebagai berikut:
1. Menulis dan mengedit 6-8 tulisan Euro 2008 per hari
2. Menonton pertandingan dengan gaya wapres JK menonton bola yang tak mengganggu kerja. Bobok dulu baru nonton. “Dan jangan lupa sholat malam, ya” kata teman sejiwa saya.
3. Menyantap bahan-bahan Euro 2008 di situs-situs yang menyodorkan analisis dan bahan yang lebih dari sekadar Yahoo! News atau BBC. Inilah bebeberapa di antaranya:
a. Goalcentre.com — ada tayangan live yang cuma telat semenit dari RCTI
b. Guardian.co.uk– analisis menit ke menit dan statistik
c. Castrolindex.com — statistik para pemain
d. Euro 2008 di Tempointeraktif.com – rubrik timnya komplet dan mencatat sejarah perjalanan sebuah tim.
Sugeng midangetaken Euro 2008.
Watch live video from Deportes2 on Justin.tv
Posted in in digital, in life | Tagged Alexander Frei, Cristiano Ronaldo, Eduardo, euro 2008, Piala Eropa, sepak bola, sepakbola, siaran langsung, soccer, watch live video | No Comments »
Setelah lama “berpuasa” ngeblog berminggu-minggu, akhirnya tergerak lagi keinginan untuk menulis. Hari-hari belakangan ini saya takut terjebak pada rutinitas. Rutinitas benar-benar membunuh kreativitas. Tak ada lagi ide-ide liar seputar pekerjaan dan mimpi-mimpiku. Kreativitas memasung energi yang meledak-ledak.
Bagaimana tidak memasung, bila rutinitasku seperti ini: Pagi-pagi harus menembus kemacetan di jalan tol dalam kota di Cawang, yang pasti menyedot 30 menit waktuku. Lalu seharian tenggelam dalam rapat, rapat, rapat dan rapat serta rapat. Ya, bisa lima kali rapat sehari! Setelah itu harus membunuh rasa bosan karena menunggu datangnya naskah yang harus diedit. Malam, walau sudah pukul 21.00 masih belum bisa pulang. Ada saja PR yang menjerat kakiku, bikin infografis-lah, atau naskah yang telat masuk.
Padahal, tahun 2008 ini aku punya resolusi yang sederhana. Salah satu resolusiku itu adalah pulang as soon as possible sehingga bisa shalat magrib di rumah bareng dua anakku. Targetku minimal dua kali seminggu shalat magrib bareng di hari yang bukan libur. Sepele, kan?
Continue Reading »
Posted in in life | Tagged congklak, jalan tol dalam kota, jalan tol lingkar luar (JORR), magrib, Resolusi, sulap | 6 Comments »
Older Posts »